Lainnya

Andaikata MRT jadi terwujud, apakah bisa mengatasi masalah transportasi di Ibukota ?

MRT Jakarta adalah salah satu program Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan yang tertuang dalam Pola Transportasi Makro (PTM). Beberapa strategi untuk menanggulangi kemacetan yait yang tertuang dalam PTM ini adalah : (1) Pembangunan angkutan umum massal, (2) Peningkatan jaringan jalan dan (3) Pembatasan lalu lintas dan penggunaan kendaraan pribadi.

MRT Jakarta sendiri merupakan salah satu solusi bagi persoalan transportasi yang terkait dengan bagaimana mengangkut penumpang dari satu titik asal ke titik tujuan secara cepat, efektif dan efisien. Untuk mengatasi kemacetan diperlukan langkah-langkah lain seperti peningkatan disiplin lalu lintas, pembatasan volume lalu lintas (kebijakan pembatasan intensitas penggunaan kendaraan pribadi melalui kebijakan seperti Electronic Road Pricing), mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke MRT seperti dengan menyediakan fasilitas park & ride, mengintegrasikan sistem MRT dengan sistem angkutan massal lainnya seperti bus umum,  transjakarta, kereta Jabodetabek.

 

Apakah MRT Jakarta akan terintegrasi dengan jaringan kereta api yang sudah ada saat ini?

Selain membangun jaringan baru untuk sistem MRT ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Pemerintah Pusat juga sedang mengembangkan konsep optimasi jalur lingkar (loopline) yang saat ini telah beroperasi sebagai bagian sistem kereta urban Jabodetabek. Dalam rencana tata ruang dan wilayah Pemprov DKI Jakarta, jalur loopline akan diintegrasikan dengan jaringan MRT. Optimasi loopline ini ditargetkan Pemprov DKI Jakarta dapat dituntaskan sebelum sistem MRT Jakarta tahap I dioperasikan.

 

Apakah pada saat operasi nanti, sistem MRT akan disubsidi oleh pemerintah?

PT MRT Jakarta diarahkan untuk dapat mandiri dengan melakukan usaha dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan, pengoperasian, perawatan dan pengusahaan prasarana dan sarana MRT dan termasuk juga pengembangan dan pengelolaan properti dan bisnis di stasiun dan kawasan sekitar depo dan kawasan sekitar sepanjang jalur MRT Jakarta.

Ada beberapa model yang dapat dijadikan sebagai contoh seperti pengoperasian MRT di HongKong dan Singapura. Saat ini pembahasan sedang  dilakukan di Pemprov DKI tentang fasilitas yang akan diberikan kepada PT MRT Jakarta.  Namun pada prinsipnya, PT MRT Jakarta diarahkan untuk dapat mandiri dengan melakukan usaha dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana perekeretaapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan, pengoperasian, perawatan dan pengusahaan prasarana dan sarana MRT, dan termasuk juga pengembangan dan pengelolaan properti dan bisnis di stasiun dan kawasan sekitar serta depo dan kawasan sekitar sepanjang jalur MRT Jakarta.  Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah No 3 Tahun 2008 mengenai Pembentukan BUMD PT MRT Jakarta dan Peraturan Daerah No 4 Tahun 2008 mengenai Penyertaan Modal Daerah di PT MRT Jakarta yang juga telah disetujui oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian, pengelolaan serta pengembangan properti di stasiun dan sekitarnya dapat saja diberikan kepada PT MRT Jakarta dengan hak khusus.

 

Apakah MRT Jakarta mampu menyelesaikan kemacetan Jakarta ?

MRT Jakarta adalah salah satu bagian dari solusi transportasi yang terkait dengan bagaimana mengangkut penumpang dari satu titik asal ke titik tujuan secara cepat, efektif dan efisien. Untuk mengatasi kemacetan diperlukan langkah-langkah lain seperti peningkatan disiplin lalu lintas, pembatasan volume lalu lintas (kebijakan pembatasan intensitas penggunaan kendaraan pribadi melalui kebijakan seperti Electronic Road Pricing), mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke MRT seperti dengan menyediakan fasilitas park & ride, mengintegrasikan sistem MRT dengan sistem angkutan massal lainnya seperti bus umum,  busway, kereta Jabodetabek.
Terkait dengan pembatasan jumlah kendaraan, Pemerintah akan berupaya untuk menyediakan moda transportasi massal yang andal, layak dan memadai seingga masyarakatdengan sendirinya akan lebih tertarik naik angkutan umum ketimbang bawa kendaraan sendiri.  Dengan begitu, penggunaan kendaraan umum dapat menjadi pilihan yang setara dengan penggunaan kendaraan pribadi. Sistem transportasi publik yang berjalan mantap akan mendukung pemberlakuan sistem pembatasan kendaraan, sehingga pengguna kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan transportasi publik.

Sistem MRT Jakarta sendiri dibangun untuk menjawab tantangan mobilitas yang rendah karena terbatasnya ruang untuk bermobilitas. Kemacetan di jalan raya disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang melaluinya. Keunggulan sistem MRT Jakarta yang andal, tepat waktu, dan harga tiketnya terjangkau memberikan pilihan bagi pengguna kendaraan pribadi khususnya untuk beralih ke MRT. Berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi ini akan meningkatkan ruang gerak di jalan raya yang berdampak pada berkurangnya tingkat kemacetan serta tingkat polusi.